Tuesday, July 7, 2015

I'tikaf masjid quba 1436 H



Pengurus Masjid Quba mengajak kaum Jamaah Masjid Quba dan Warga Muslimin Taman Royal 2 untuk mengikuti kegiatan I'tikaf yang akan dilaksanakan mulai tanggal 7 - 16 Juli 2015.

#1 Definisi: Dari sisi bahasanya, al-i’tikaf bermakna al-ihtibas (tertahan) dan al-muqam (menetap).
Sedangkan definisinya menurut para fuqaha adalah:

الْمُكْثُ فِي الْمَسْجِدِ بِنِيَّةِ القُرْبَةِ Menetap di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.

لُزُومُ الْمَسْجِدِ لِطَاعَةِ اللهِ وَالاِنْقِطَاعِ لِعِبَادَتِهِ، وَالتَّفَرُّغِ مِنْ شَوَاغِلِ الْحَيَاةِ Menetap di masjid untuk taat dan melaksanakan ibadah kepada Allah saja, serta meninggalkan berbagai kesibukan dunia.

 #2 Hukum: Hukumnya sunnah, dan sunnah mu’akkadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan. 

I’tikaf menjadi wajib jika seseorang telah bernadzar untuk melakukannya.

 #3 Dalil: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Nabi Muhammad s selalu i’tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Dan pada tahun wafatnya, beliau i’tikaf selama dua puluh hari. (HR. Bukhari). 

#4 Dalil: قَوْلُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ (رواه البخاري ومسلم)

Aisyah ra berkata: Rasulullah s melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) sampai Allah mewafatkan beliau. Kemudian para istrinya melakukan i’tikaf sepeninggal beliau. (HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama sepakat bahwa i’tikaf seorang istri harus seizin suaminya.

#5 Tujuan: Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa tujuan disyariatkannya i’tikaf adalah agar hati terfokus kepada Allah saja, terputus dari berbagai kesibukan kepada selain-Nya, sehingga yang mendominasi hati hanyalah cinta kepada Allah, berdzikir kepada-Nya, semangat menggapai kemuliaan ukhrawi dan ketenangan hati sepenuhnya hanya bersama Allah swt. Tentunya tujuan ini akan lebih mudah dicapai ketika seorang hamba melakukannya dalam keadaan berpuasa, oleh karena itu i’tikaf sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan khususnya di sepuluh hari terakhir. (Zadul Ma’ad 2/82).

#6 Manfaat: Terbiasa melakukan shalat lima waktu berjamaah tepat waktu.
Terlatih meninggalkan kesibukan dunia demi memenuhi panggilan Allah.
Terlatih untuk meninggalkan kesenangan jasmani sehingga hati bertambah khusyu’ dalam beribadah kepada Allah swt.

Terbiasa meluangkan waktu untuk berdoa, membaca Al-Quran, berdzikir, qiyamullail, dan ibadah lainnya dengan kualitas dan kuantitas yang baik.
Terlatih meninggalkan hal-hal yang tidak berguna bagi penghambaannya kepada Allah swt.
Memperbesar kemungkinan meraih lailatul qadar.
Waktu i’tikaf adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah dan bertaubat kepada Allah swt.

#7 Rukun: Mu’takif (المُعْتَكِفُ)
Niat (النِّيَّة) 
Menetap (اللُّبْثُ). 

Tidak ada batasan minimal yang disebutkan oleh Al-Quran maupun Hadits tentang lamanya menetap di masjid. Namun untuk i’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan waktu i’tikaf yang ideal dimulai pada saat maghrib malam ke-21 sampai maghrib malam takbiran.

Tempat i’tikaf (المُعْتَكَفُ فِيهِ)

#8 Syarat: Syarat yang terkait dengan mu’takif: beragama Islam, berakal sehat, mampu membedakan perbuatan baik dan buruk (mumayyiz), suci dari hadats besar (tidak junub, haid, atau nifas).
Syarat yang terkait dengan tempat i’tikaf: masjid yang dilakukan shalat Jum’at dan shalat berjamaah lima waktu di dalamnya agar mu’takif tidak keluar dari tempat i’tikafnya untuk keperluan tersebut.

#9 Amalan; Shalat, tilawah Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat dan salam utk Rasulullah s, berdoa dan bentuk-bentuk ibadah lainnya yang dapat mendekatkan diri kepada Allah swt.
Mengkaji ilmu dan membaca kitab tafsir, hadits, sejarah nabi dan orang-orang shalih, fiqh dll.

#10 Makruh: Melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, baik berupa perkataan ataupun perbuatan.
 (من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه)
رواه الترمذي وابن ماجه عن أبي بصرة
Menahan diri untuk tidak berbicara dengan keyakinan bahwa itu dapat mendekatkan diri kepada Allah swt.

#11 Mubah: Keluar dari tempat i`tikaf utk mengantar keluarga yg menjenguk.
Mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan badan, memakai pakaian bagus, memakai parfum dll.
Keluar utk memenuhi hajat yg hrs dipenuhi (BAB, BAK dll).
Makan, minum dan tidur di dalam masjid dg tetap menjaga kebersihannya.
Melaksanakan akad jual-beli, akad nikah dan sejenisnya.

#12 Membatalkan: Kehilangan salah satu syarat i’tikaf yang terkait dengan mu’takif.
Berhubungan suami istri.
Keluar dengan seluruh badan dari tempat i’tikaf, kecuali untuk memenuhi hajat (makan, minum, dan buang air jika tidak dapat dilakukan di lingkungan masjid).
Mengeluarkan sebagian anggota badan dari tempat i’tikaf tidak membatalkan i’tikaf sesuai dengan ungkapan 

‘Aisyah ra:
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُخْرِجُ رَأْسَهُ مِنَ الْمَسْجِدِ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ فَأَغْسِلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ

Nabi Muhammad SAW mengeluarkan kepalanya dari masjid (ke ruangan rumahnya) saat beliau i’tikaf lalu aku mencucinya sedang aku dalam keadaan haid. (HR. Bukhari)
#13 Adab Mu'takif: Selalu menghadirkan keagungan Allah di dalam hati sehingga niatnya terus terjaga.

Menyibukkan diri dengan amal yang dapat mencapai tujuan i’tikaf.
Bersahaja dan tidak berlebihan dalam melakukan perbuatan mubah seperti makan, minum, berbicara, tidur dan hal-hal lain yang biasa dilakukan di luar masjid.

Menjauhi amal perbuatan yang dapat merusak tujuan i’tikaf seperti pembicaraan tentang materi (jual beli, kekayaan dan lain-lain).

Memelihara kebersihan diri dan tempat i’tikaf serta menjaga ketertiban dan keteraturan dalam segala hal.
Tidak melalaikan kewajiban yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya, seperti nafkah untuk keluarga, menolong orang yang terancam keselamatannya, dan lain-lain.

Wassalam,
Bidang Informasi dan Komunikasi Masjid Quba

Friday, June 26, 2015

Tarawih 8 Ramadhan 1436 H

Materi  Kultum  Malam ke-8

Penceramah: Ustadz H. Rohiman

1.    Tayangan TV kendati sdh dikritisi KPI, tetap banyak menonjolkan hal2 yg tdk islami.
2.    Banyak anak yg salah memilih idola. Katty Perry, Laddy Gaga, dlsb
3.    Seharusnya sesuai dengan QS Al Azab 21 Suri teladan terbaik adalah Nabi Muhammad SAW
4.    Seorang  Idola seharusnya juga memperhatikan dan menyayangi kita.
5.    Rasulullah sangat memperhatikan dan menyayangi kita
6.    Pada saat Rasulullah hidup, Blio mengatakan umat paling mulia adalah umatnya  yang tidak mengenal dan tidak pernah melihat Rasulullah, Insya Allah seperti kita.
7.    Pada saat sakaratul maut, Rasulullah berdoa agar umatnya dibebaskan dari sakitnya saat  Malaikat mencabut nyawa.
8.    Pada saat itu Rasulullah juga mengingatkan kita utk tidak meninggalkan sholat
9.    Pada saat di akhirat orang kafir digiring menuju berombongan, orang Muslim diantar berombongan ke syurga (QS Az Zumar 71-73)
10.Jangan sampai kita sbg ortu di akhirat, dilaporkan oleh anak kita ke Allah SWT karena kita tidak mengajarkan Tauhid.

11.Untuk kita mari kita antarkan anak kita mengikuti sanlat yg akan diadakan DKM Quba.


Wassalam,
Bidang Komunikasi dan Informasi DKM Quba

Tarawih 7 Ramadhan 1436 H

Materi  Kultum  Malam ke-7

Penceramah: Ustadz Qomaruddin, MA.

Neraka isinya tidak hanya orang yang suka bermaksiat, tapi juga banyak diisi orang yg banyak melakukan bid’ah dholalah.

Selain itu juga banyak diisi oleh orang yg bersifat sombong, seharusnya kita lebih banyak tawadhu (rendah hati).

Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati (QS Al Furqan,25:63):
Sombong berpotensi  besar dimiliki oleh Pejabat, Si  Kaya, Si Ganteng/cantik, namun saat ini orang sebaliknyapun (rakyat biasa, miskin,jelek) banyak  yg  bersifat  sombong.

Dengan puasa kita menghilangkan sombong, dengan rasa lapar kita merasakan betapa kecilnya kita tanpa nikmat Allah.

Hanya Allah SWT, dengan segala ke-Maha-annya, yg boleh memiliki sifat sombong.

Tanda-tanda orang sombong: suka memuji diri sendiri, kalau berbicara tidak menatap teman bicara, kalau bertemu memalingkan muka.


Islam mengatur tatacara salam dimulai dari yang naik mobil ke yang naik motor, yang naik motor ke yang jalan, yang  jalan ke yang duduk.

Wassalam,
Bidang Komunikasi dan Informasi DKM Quba

Wednesday, June 24, 2015

Training Pengembangan Diri

Assalamualaikum,
Selain kegiatan Sanlat bagi remaja, dalam rangka mengisi kegiatan di bulan Suci Ramadhan ini, Panitia Ramadhan 1436 H juga mengadakan Training Pengembangan Diri: "Sukses Mulia untuk Pelajar Muslim", yang akan dibimbing oleh trainer Adi Sumarno.

Catat waktunya: Minggu, 28 Juni 2015 mulai jam 08.00 hingga 17.00 WIB bertempat di Masjid Quba.


Ajak serta teman-teman pelajar SMA dan Mahasiswa untuk dapat mengenali passion dan jati diri sejak awal.


Wassalam,
Panitia Ramadhan 1436 H.

SANLAT KURMA

Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan Suci Ramadhan ini, panitia Ramadhan 1436 H Masjid Quba kembali mengadakan Pesantren Kilat untuk Remaja yg diselenggarakan oleh Kumpulan Remaja Masjid Quba (KURMA) pada tanggal 4 dan 5 Juli 2015 atau 17 dan 18 Ramadhan 1436 H, dengan topik:
- Karakter Pemyda Muslim
- Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid
- Tilawah Qur'an
- Buka Puasa bersama
- Tarawih dan Sahur.


Ayo ajak semua remaja Taman Royal 2 agar bisa mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

Semoga kegiatan ini akan semakin memperkuat Iman dan Taqwa Remaja Taman Royal 2, Aamiin3x ya Rabb.

Wassalam,
Panitia Ramadhan 1436 H.

Sunday, June 21, 2015

Tarawih 5 Ramadhan 1436 H

Tema: Semangat kebersamaan Berpuasa.
Oleh: Ustadz Nirwan Nazaruddin Lc.

Sapi Betina (Al-Baqarah):183 - Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Keberkahan amalan Shalat berjamaah yg mendasari Ibadah Berpuasa dengan semangat kebersamaan dan persatuan Ummat Islam.

Hal ini juga sudah diperlihatkan dimana di Indonesia saat ini semua organisasi Islam , menjalankan Ibadah Puasa bersama-sama, sehingga semua sepakat awal puasa, malam ganjil, malam Lailatul Qadar, dan akhir puasa Insya Allah.

Perintah yang Allah SWT harus disikapi dengan kebersamaan tidak individualistis, bahasa ego adalah bahasa akherat, bahasa dunia harus bersama, saling mengingatkan, menolong, dan bersama-sama, tidak sendiri-sendiri.

Wassalam,
Bidang Komunikasi dan Informasi DKM Qubs.


Tarawih 4 Ramadhan 1436 H